Elian benar-benar datang hari itu juga. Setelah mendapat pesan dari Bigel, ia langsung memesan tiket penerbangan Jakarta-Malang.
Sekarang, ia sudah bersama Bigel. Ia berada di balkon kamar hotel milik Bigel. Bigel masih tampak sangat kacau, hal itu membuat Elian menyuruh temannya itu untuk duduk disampingnya. Elian memberikan satu earphonenya kepada Bigel.
“Kenapa?” tanya Bigel.
Elian melirik ke arah Bigel dan sempat tersenyum. Lalu, ia kembali mencari sesuatu diponsel nya, tiba-tiba lagu Garis Terdepan milik Fiersa Besar terdengar ditelinga Bigel.
“Dengerin menit ke 2:32-2:54 ya, Bi.”