Pagi

Setelah membalas pesan dari Acel, Keira langsung buru-buru berpamitan dengan kedua orang tuanya. Dilihatnya, Acel sudah menunggu di depan gerbang rumahnya dengan motor hitam kesayangannya itu.

“Pagiiii.” Keira mengambil Helm yang ada ditangan Acel.

“Mana bekel gue?”

Keira memutarkan kedua bola matanya sambil memakai Helm milik Acel, “Bales dulu kali ucapan selamat pagi gue!”

“Hehe, Pagiii cantikkk. Mana bekel gue?” Acel tertawa kecil karena melihat sahabatnya yang cemberut.

“Nih,” ujar Keira sembari menyodorkan kotak bekal yang sudah ia siapkan tadi.

“Naik. Pegangan.”

Motor Acel sudah berjalan dengan kecepatan sedang. Cuaca pagi hari ini bisa dibilang cukup bagus, sejuk dan masih tecium sisa-sisa hujan subuh tadi. Acel mengarahkan pandangannya ke spion motor, ia melihat Keira yang asik dengan Handpone nya.

“Kei, jangan main HP kalo lagi di jalan.”

Keira yang merasa namanya disebut langsung memajukan kepalanya guna untuk mendengar ucapan sahabatnya itu.

“Apa sih? gak kedengeran!”

Acel menggelengkan kepalanya dan sedikit melihat ke arah spion motor lagi,“JANGAN MAIN HP KALO LAGI DI JALAN.”

“Santai dong!”

“Bentar, ini gue lagi balesin group,” sambungnya.

“Yaudah abis itu jangan dimainin lagi.”

Keira menepuk pundak Acel pelan, “Iya elah, bawelnya kumat deh!”